(021) 428 02 420

MON – FRI: 09:00 AM – 05:00 PM

FOLLOW
Title Image

Beautiful Blog

3 Jenis Bahan Finishing untuk Melindungi Kayu

Semua produk berbahan kayu harus melalui proses finishing untuk mencegah retak, noda, dan perubahan bentuk. Selain memberikan fungsi perlindungan, finishing juga penting untuk mempercantik tampilan kayu. Ada banyak bahan pelapis kayu yang beredar di pasaran dengan manfaat berbeda-beda. Namun, bahan pelapis berkualitas biasanya memiliki beberapa spesifikasi berikut ini:

  • Melindungi kayu dari perubahan warna, air, dan tumpahan cairan lainnya.
  • Menghasilkan pori-pori mikro yang mendukung kayu untuk bernapas dan bergerak. Sehingga kayu tidak mudah retak.
  • Aman bila disentuh dan tidak mengandung bahan kimia beracun.
  • Menjaga dan meningkatkan warna asli kayu.
  • Bagian kecil yang rusak bisa diperbaiki langsung (spot-repairable). Karakter bahan pelapis ini membuat proses finishing hanya perlu diulang pada bagian kayu yang mulai rusak.

Ada dua jenis bahan pelapis berdasarkan sifatnya terhadap kayu, yaitu pelapis yang menembus pori-pori kayu dan mengering di bagian dalam (pelapis penembus atau penetrating finishes) dan pelapis yang mengering di bagian luar (pelapis permukaan atau surface finishes). Ulasan informasi berikut ini patut disimak sebelum menentukan bahan pelapis kayu sesuai kebutuhan.

 

Penetrating Finishes

Bahan pelapis kayu yang satu ini terdiri dari minyak yang mampu melindungi kayu dari dalam. Penggunaan penetrating finishes tidak akan menimbulkan lapisan dan tidak membentuk permukaan pelindung khusus.

  • Kelebihan

Penetrating finishes bisa menembus kayu hingga ke bagian dalam. Proses perbaikannya bisa dilakukan secara mudah pada bagian kayu yang rusak saja. Selain itu, bahan pelapis kayu ini juga tidak akan menimbulkan keretakan atau pengelupasan kayu.

  • Kekurangan

Penetrating finishes memiliki daya tahan buruk terhadap cairan. Kayu akan rentan rusak bila terkena cairan meskipun sudah dilapisi dengan penetrating finishes. Kekurangan lainnya pada bahan pelapis ini adalah proses perawatan yang membutuhkan waktu lama.

 

 

Surfaces Finishes

Berbeda dengan penetrating finishes, bahan pelapis kayu ini terdiri dari pernis (varnish atau lacquer). Penggunaan surface finishes dapat melindungi permukaan kayu dan membentuk lapisan pelindung yang tebal.

  • Kelebihan

Proses perawatan kayu dengan surface finishes sangat mudah. Di samping itu, surface finishes akan mencegah risiko pengikisan kayu. Hal ini dapat terjadi karena permukaan kayu terlindungi oleh lapisan khusus.

  • Kekurangan

Hasil finishing dengan surface finishes bisa mengalami keretakan dan pengelupasan. Proses perbaikannya juga tergolong rumit karena seluruh bagian kayu harus diamplas ulang.

 

 

Hybrid (Hardwax-Oil)

Selain dua jenis bahan pelapis kayu tersebut, rupanya masih ada satu produk lagi yang merupakan perpaduan hasil riset dan kecanggihan teknologi. Hardwax oil atau pelapis kayu osmo merupakan produk hibrid berkualitas tinggi yang dapat melapisi bagian dalam sekaligus permukaan kayu. Material pelapis ini terdiri dari campuran minyak dan lilin yang diproses secara khusus untuk memadukan kelebihan penetrating finishes dan surface finishes. Awalnya, pelapis kayu osmo dikembangkan secara ilmiah di Jerman. Namun kini pasar produk ini sudah menjangkau Amerika Utara.

Pelapis kayu osmo memiliki beberapa kelebihan, yaitu hasil akhir yang mampu menembus bagian dalam sekaligus permukaan kayu. Bahan pelapis ini juga tidak mudah mengalami retak atau pengelupasan, proses perawatannya mudah, dan memiliki daya tahan kuat terhadap cairan dan pengikisan. Kelebihan lainnya yang dimiliki bahan pelapis osmo adalah proses perbaikan yang praktis pada bagian kayu yang rusak tanpa perlu memperbaiki seluruh bagian kayu.

 

Penggunaan bahan pelapis terbaik akan melindungi dan memperindah tampilan kayu. Pengeluaran pun akan lebih hemat bila produk berbahan kayu tidak mudah rusak walaupun sudah digunakan sejak lama.

 

Sumber:  Osmo Wood and Colour Canada Ltd. and Osmo Holz und Color GmbH & Co. KG